Siaran Pers : SMBC Indonesia

24 April 2026

SMBC Indonesia Terus Catat Kinerja Positif Triwulan I-2026, Terus Dorong Kolaborasi untuk Pertumbuhan Lebih Bermakna


Jakarta, 24 April 2026 — PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) terus mencatat kinerja positif secara konsolidasi maupun bank saja pada Triwulan I-2026, yang ditopang oleh upaya kolaborasi Perseroan dengan anak usaha untuk melayani berbagai berbagai segmen ritel dan bisnis.

 

Sebagai perusahaan induk konglomerasi, SMBC Indonesia senantiasa menerapkan budaya kolaborasi dengan anak perusahaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPN Syariah) dan Grup OTO—perusahaan pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda dua dan empat—untuk mendukung pertumbuhan bersama yang lebih bermakna.

 

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan bahwa kinerja pada periode tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada Triwulan I-2026 dan penguatan struktur pendanaan.

 

“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Henoch.

 

SMBC Indonesia mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun pada Triwulan I-2026, meningkat 2,0% secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, antara lain kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 4,1% yoy, kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0% yoy, serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,0% yoy. Pembiayaan oleh BTPN Syariah juga turut tumbuh 3,7% yoy.

 

Perseroan secara konsolidasi juga berhasil menurunkan biaya kredit 7,9% yoy menjadi Rp1,2 triliun seiring dengan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.

 

Sejalan dengan itu, total aset SMBC Indonesia meningkat 4,1% yoy menjadi Rp250,0 triliun per akhir Maret 2026, didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2% yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga. Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, laba bersih setelah pajak bank saja menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,5% yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kinerja inti Bank yang tetap solid.

 

Kinerja anak usaha turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatat laba bersih sebesar Rp319 miliar pada Triwulan I-2026, tumbuh 2,8% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara itu, Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp113 miliar, melonjak 45,5% yoy.

 

Penguatan CASA Dukung Struktur Pendanaan yang Lebih Efisien

 

SMBC Indonesia mencatat penguatan dana murah (current account saving account/CASA) sebagai salah satu pendorong utama kualitas pendanaan pada Triwulan I-2026. Saldo CASA tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
 

Sejalan dengan itu, rasio CASA meningkat dari 35,7% menjadi 44,1%, mencerminkan keberhasilan strategi Bank dalam mengoptimalkan komposisi dana pihak ketiga yang lebih efisien dan berkelanjutan.

 

“Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Henoch.

 

Pertumbuhan CASA didorong oleh kontribusi dari segmen korporasi dan komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM), seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi dan kepercayaan nasabah terhadap layanan Perseroan.

 

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut didukung oleh kondisi likuiditas dan permodalan yang tetap solid. SMBC Indonesia menjaga rasio likuiditas dan pendanaan pada tingkat yang sehat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 260,24%, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 122,71%, serta capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 29,63%.

 

Program Daya Perkuat Literasi Keuangan Nasabah


SMBC Indonesia terus mendorong peningkatan literasi keuangan nasabah melalui program Daya, salah satunya melalui penyelenggaraan seminar literasi keuangan bertajuk “Cerdas Hadapi Aturan Pajak 2026” bagi nasabah Sinaya Prioritas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nasabah terkait implementasi sistem pelaporan perpajakan Coretax serta mendukung kesiapan dalam pelaporan pajak secara optimal.

 

Seminar yang diselenggarakan secara luring dan daring pada periode Februari hingga Maret 2026 ini menghadirkan praktisi pajak dan membahas tahapan penting dalam proses pelaporan SPT, mulai dari aktivasi hingga pengisian secara tepat, guna membantu nasabah menghadapi dinamika regulasi dengan lebih siap dan percaya diri.

 

“Melalui program Daya, SMBC Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi keuangan nasabah, termasuk dalam memahami perubahan regulasi, sehingga mereka dapat mengelola keuangan secara lebih baik dan berkelanjutan di tengah dinamika kebijakan yang terus berkembang,” tutup Henoch.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
Corporate Communications

Email: [email protected]

 

Sekilas tentang SMBC Indonesia

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia)—sebelumnya PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN)—merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada Februari 2019. Dengan mengusung semangat “Bersama Lebih Bermakna”, SMBC Indonesia hadir untuk menciptakan lebih banyak pertumbuhan bermakna bagi masyarakat melalui beragam solusi keuangan inovatif dan komprehensif yang berpusat pada kebutuhan nasabah di berbagai segmen. SMBC Indonesia menyediakan produk dan layanan seperti pembiayaan hijau, produk dan layanan untuk nasabah pensiunan, untuk nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk nasabah perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang, layanan wealth management melalui Sinaya, serta layanan perbankan digital untuk masyarakat digital savvy melalui Jenius. Selain itu, SMBC Indonesia juga memiliki anak usaha, yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk, yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif, serta perusahaan pembiayaan PT Oto Multiartha (OTO) untuk kendaraaan roda empat dan PT Summit Oto Finance (SOF) untuk kendaraan roda dua. Komitmen SMBC Indonesia untuk memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat luas juga tertuang melalui Daya, program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur melalui pelatihan secara reguler yang bertujuan mengembangkan kapabilitas serta kapasitas diri untuk kehidupan yang lebih bermakna.