- HOME
- Berita & Media
- BLOG
- Financial
- Pinjaman yang Masuk BI Checking: Daftar Lengkap & Hal yang Perlu Diketahui
Saat ingin mengajukan pinjaman, baik ke bank maupun lembaga keuangan lain, satu hal yang hampir pasti dicek adalah BI Checking. Meski sekarang istilah resminya sudah berubah menjadi SLIK OJK, masyarakat masih lebih familiar dengan sebutan BI Checking. Nah, supaya tidak salah langkah, penting banget buat tahu pinjaman apa saja yang masuk BI Checking dan hal-hal penting yang perlu kamu pahami sebelum mengajukan kredit.
Apa Itu BI Checking (SLIK OJK)?
BI Checking adalah sistem yang mencatat riwayat kredit seseorang, mulai dari pinjaman yang sedang berjalan, jumlah cicilan, hingga apakah pernah telat bayar atau tidak. Data ini dikelola oleh OJK dan digunakan oleh bank atau lembaga keuangan untuk menilai apakah calon peminjam layak diberi kredit.
Kalau riwayat kredit kamu bagus (lancar dan tidak ada tunggakan), peluang pengajuan pinjaman disetujui tentu lebih besar. Sebaliknya, kalau pernah macet atau sering telat bayar, ini bisa jadi penghambat.
Daftar Pinjaman yang Masuk BI Checking
Banyak orang masih mengira hanya kredit bank saja yang tercatat di BI Checking. Padahal, cakupannya cukup luas. Berikut daftar pinjaman yang masuk BI Checking:
1. Kredit Bank
Semua jenis kredit bank pasti tercatat, seperti:
● Kredit Tanpa Agunan (KTA)
● Kredit Usaha (KUR, KMK, dan sejenisnya)
● Kredit Modal Kerja
● Kredit Investasi
Selama pinjaman tersebut resmi dan diawasi OJK, datanya akan masuk ke sistem.
2. Kredit Kendaraan (Motor & Mobil)
Cicilan motor atau mobil, baik melalui bank maupun leasing, juga masuk BI Checking. Jadi meskipun kamu ambil kredit lewat dealer, riwayat pembayarannya tetap tercatat.
3. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
KPR termasuk salah satu pinjaman dengan tenor panjang yang sangat diperhatikan oleh bank. Kelancaran cicilan KPR punya pengaruh besar terhadap skor kredit kamu.
4. Kartu Kredit
Meski bukan pinjaman tunai, kartu kredit tetap masuk BI Checking. Limit kartu kredit, penggunaan, hingga pembayaran tagihan tiap bulan semuanya tercatat.
5. Pinjaman Online Legal
Pinjol yang terdaftar dan diawasi OJK wajib melaporkan data peminjam ke SLIK OJK. Jadi, kalau kamu punya pinjaman online legal dan pernah telat bayar, catatannya bisa memengaruhi pengajuan kredit lain.
6. Leasing dan Pembiayaan Konsumen
Pembiayaan elektronik, furnitur, atau alat berat melalui leasing juga termasuk. Banyak yang tidak sadar bahwa cicilan TV, kulkas, atau laptop bisa ikut memengaruhi BI Checking.
Pinjaman yang Tidak Masuk BI Checking
Sebagai pembanding, ada juga pinjaman yang umumnya tidak tercatat, seperti:
● Pinjaman dari keluarga atau teman
● Arisan
● Pinjaman informal tanpa lembaga resmi
● Pinjol ilegal (meski risikonya jauh lebih besar)
Namun perlu dicatat, meskipun tidak masuk BI Checking, bukan berarti pinjaman ini aman atau tanpa risiko.
Skor Kredit dan Kolektibilitas
Dalam BI Checking, ada yang namanya kolektibilitas, mulai dari:
● Kolektibilitas 1: Lancar
● Kolektibilitas 2: Dalam perhatian khusus
● Kolektibilitas 3: Kurang lancar
● Kolektibilitas 4: Diragukan
● Kolektibilitas 5: Macet
Idealnya, kamu berada di kolektibilitas 1. Bank biasanya sudah mulai waspada jika calon nasabah ada di level 2, apalagi di atasnya.
Kenapa Penting Mengecek BI Checking?
Dengan tahu riwayat kredit sendiri, kamu bisa:
● Mengukur peluang pengajuan pinjaman disetujui
● Mengetahui jika ada tunggakan yang terlupa
● Memperbaiki skor kredit sebelum mengajukan pinjaman besar
● Menghindari penolakan mendadak dari bank
Sekarang, cek SLIK OJK juga sudah bisa dilakukan secara online, jadi tidak ribet.
Tips Supaya BI Checking Tetap Aman
Beberapa hal sederhana tapi sering diabaikan:
● Bayar cicilan tepat waktu
● Jangan terlalu banyak ambil pinjaman sekaligus
● Lunasi pinjaman kecil yang sudah tidak terpakai
● Gunakan kartu kredit dengan bijak
BI Checking bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tapi harus dipahami. Selama kamu disiplin dan bertanggung jawab, riwayat kredit justru bisa jadi nilai plus saat butuh pinjaman di masa depan.
Dengan memahami pentingnya BI Checking dan menjaga riwayat kredit tetap sehat, kamu jadi punya peluang lebih besar untuk mengakses pembiayaan yang aman dan terpercaya. Di sinilah peran lembaga keuangan yang tepat sangat dibutuhkan, yaitu yang tidak hanya melihat data kredit, tapi juga memahami kebutuhan dan potensi bisnismu ke depan.
Sebagai solusi, SMBC Indonesia menghadirkan berbagai produk pinjaman yang dirancang untuk membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan dengan proses yang praktis dan transparan.
Produk pinjaman dari SMBC Indonesia hadir sebagai solusi finansial yang tepat untuk menumbuhkan bisnis Anda secara berkelanjutan sekaligus mengembangkan kapasitas wirausaha. Tersedia berbagai produk pinjaman dengan suku bunga yang bersaing serta pengajuan yang mudah dan cepat guna memudahkan Anda dalam mencapai tujuan finansial.
Mulai dari KUR, kredit pensiun, kredit karyawan, sampai pinjaman berbasis digital dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Informasi selengkapnya terkait produk pinjaman serta produk keuangan lainnya, kunjungi website resmi SMBC Indonesia sekarang juga!