- HOME
- Berita & Media
- BLOG
- Bisnis
- Apa Itu Supply Chain Financing? Manfaat & Cara Kerjanya untuk Bisnis
Dalam dunia bisnis, terutama yang bergerak di bidang perdagangan, manufaktur, atau distribusi, kelancaran arus kas adalah kunci utama agar kegiatan operasional tetap berjalan lancar. Nah, salah satu solusi keuangan yang saat ini banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah Supply Chain Financing (SCF).
Tapi, sebenarnya apa itu SCF, dan bagaimana cara kerja serta manfaatnya bagi bisnis Anda? Yuk, kita kupas tuntas di artikel ini!
Apa Itu Supply Chain Financing?
Supply Chain Financing adalah bentuk pembiayaan yang membantu pemasok (supplier) mendapatkan pembayaran lebih cepat dari lembaga keuangan, dengan jaminan pembayaran dari pembeli (buyer). Sistem ini memungkinkan pemasok mendapatkan dana sebelum tanggal jatuh tempo invoice, tanpa membebani keuangan pembeli secara langsung.
Intinya, SCF menciptakan ekosistem pembiayaan yang saling menguntungkan antara tiga pihak pembeli, pemasok, dan lembaga keuangan.
Bagaimana Cara Kerja Supply Chain Financing?
Untuk memahami cara kerja Supply Chain Financing (SCF) pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan arus kas antara pembeli dan pemasok agar transaksi bisa berjalan lebih cepat, efisien, dan saling menguntungkan.
Berikut penjelasan tahap demi tahap cara kerja Supply Chain Financing:
1. Pemasok Mengirim Barang dan Invoice ke Pembeli
Proses dimulai seperti transaksi bisnis pada umumnya. Pemasok mengirimkan barang atau jasa kepada pembeli, lalu mengeluarkan invoice (faktur) sebagai bukti bahwa ada tagihan yang harus dibayar oleh pembeli dalam jangka waktu tertentu, misalnya 30, 60, atau 90 hari.
2. Pembeli Menyetujui Invoice
Setelah menerima barang dan invoice, pembeli memverifikasi bahwa barang atau jasa telah diterima sesuai dengan pesanan. Jika semuanya sesuai, pembeli kemudian menyetujui invoice tersebut. Di sinilah peran penting pembeli persetujuan ini menjadi sinyal bahwa invoice valid dan layak untuk dibiayai oleh lembaga keuangan.
3. Pemasok Mengajukan Pembiayaan ke Lembaga Keuangan
Dengan invoice yang sudah disetujui pembeli, pemasok dapat mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan yang menjadi mitra SCF. Dalam banyak kasus, lembaga keuangan telah bekerja sama dengan pembeli dalam sistem SCF, sehingga proses pengajuan bisa dilakukan lebih cepat dan mudah, bahkan secara digital melalui platform SCF.
4. Lembaga Keuangan Mencairkan Dana ke Pemasok
Setelah semua dokumen diverifikasi, lembaga keuangan akan mencairkan dana ke pemasok. Jumlahnya bisa mencapai 100% dari nilai invoice, namun sering kali ada potongan biaya atau diskon tertentu. Pencairan ini bisa dilakukan dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan hari setelah pengajuan disetujui.
5. Pembeli Membayar ke Lembaga Keuangan pada Saat Jatuh Tempo
Pada saat jatuh tempo yang telah disepakati sebelumnya (misalnya 60 hari), pembeli akan membayar jumlah penuh dari invoice kepada lembaga keuangan, bukan ke pemasok. Artinya, beban pembayaran dialihkan sementara ke lembaga pembiayaan, tapi tanpa mengubah kewajiban pembeli.
6. Siklus Berulang dan Terotomatisasi
Dalam sistem SCF yang modern, proses ini dapat berlangsung secara otomatis dan berulang melalui platform digital. Misalnya, setiap kali invoice baru diterbitkan dan disetujui, sistem langsung memberi opsi kepada pemasok untuk mendapatkan pembayaran lebih awal. Ini tentu sangat membantu untuk menghemat waktu, meminimalkan kesalahan manual, dan mempercepat alur kas.
Dengan begitu, pemasok tidak perlu menunggu 30 atau 60 hari untuk menerima pembayaran, sementara pembeli tetap bisa memanfaatkan tenggat waktu untuk mengatur arus kas internalnya.
Apa Saja Manfaat Supply Chain Financing?
SCF tidak hanya menguntungkan satu pihak saja, tapi memberikan nilai tambah untuk seluruh rantai pasok. Berikut ini beberapa manfaat utamanya:
1. Meningkatkan Likuiditas Pemasok
Pemasok bisa mendapatkan dana lebih cepat dari biasanya, sehingga mereka bisa memproduksi barang lebih banyak atau memenuhi pesanan baru tanpa menunggu pembayaran.
2. Memperkuat Hubungan Bisnis
Pembeli yang menawarkan skema SCF kepada pemasok akan lebih dipercaya dan dipandang profesional. Hal ini bisa membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
3. Mengurangi Risiko Kredit
Dari sisi lembaga keuangan, risiko gagal bayar lebih rendah karena pembayaran dijamin oleh perusahaan pembeli yang biasanya memiliki reputasi dan skor kredit yang baik.
4. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Dengan digitalisasi proses SCF (melalui platform SCF digital), pelaku bisnis bisa melacak status pembayaran dan invoice secara transparan dan real-time, mengurangi kesalahan administratif.
5. Memperkuat Rantai Pasok Secara Keseluruhan
Ketika semua pihak dalam rantai pasok mendapatkan kepastian keuangan, proses produksi dan distribusi berjalan lebih lancar. Ini berarti bisnis Anda lebih siap menghadapi permintaan pasar.
Jenis-Jenis Supply Chain Financing
Ada beberapa bentuk SCF yang umum digunakan di dunia bisnis:
● Reverse Factoring
Pembeli bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk membayar tagihan pemasok lebih awal. Ini adalah bentuk SCF yang paling umum.
● Inventory Financing
Lembaga keuangan memberikan pembiayaan berdasarkan nilai persediaan barang.
● Purchase Order Financing
Digunakan saat pemasok membutuhkan dana untuk memenuhi pesanan besar dari pembeli.
● Receivables Financing
Pemasok menjual piutang (invoice) ke lembaga keuangan untuk mendapatkan pembayaran lebih cepat.
Siapa yang Cocok Menggunakan Supply Chain Financing?
SCF cocok untuk:
- Perusahaan besar yang punya banyak pemasok dan ingin memperkuat hubungan kerja sama.
- Pemasok skala kecil atau menengah yang butuh modal cepat untuk operasional.
- Bisnis distribusi dan logistik yang butuh likuiditas tinggi agar tetap bisa mengalirkan barang ke pasar.
- UMKM yang bekerja sama dengan perusahaan besar dan ingin memanfaatkan invoice yang sudah disetujui untuk mendapatkan dana lebih awal.
Supply Chain Financing adalah solusi pembiayaan modern yang membantu seluruh mata rantai bisnis bekerja lebih efisien, cepat, dan aman. Skema ini memberi keuntungan baik bagi pemasok (dana cair lebih cepat), pembeli (fleksibilitas pembayaran), maupun lembaga keuangan (minim risiko).
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, supply chain financing menjadi strategi yang semakin relevan bagi pelaku usaha, terutama UKM, dalam menjaga kelancaran arus kas dan hubungan bisnis.
SMBC Business Banking mendukung UKM melalui solusi pinjaman “3 in 1” yang mencakup pembiayaan usaha, supply chain financing, dan program peningkatan kapasitas bisnis. Tujuannya adalah membantu UKM mendapatkan modal kerja tepat waktu, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kompetensi bisnis.
Layanan ini menawarkan beragam pilihan, termasuk Pinjaman, Giro, Supply Chain Financing, TOUCHBIZ. Semua layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan bisnis Anda.
Informasi selengkapnya tentang SMBC Mikro atau produk keuangan lainnya dari SMBC Indonesia, pastikan Anda mengunjungi website resmi SMBC Indonesia atau hubungi SMBCI Care yang siap melayani Anda 24/7 di nomor 1500 365